Menjadi fasilitator yang berhasil melaksanakan tugasnya dengan baik dan sukses sesuai “Tupoksi/MSAP, Indikator/SOP, SIM, Target” program yang telah ditetapkan tentunya menjadi idaman setiap fasilitator. Hanya saja, dibutuhkan kreativitas dan inovasi untuk mendapatkannya. Beberapa masukan dan saran berikut saya sampaikan, semoga dapat sedikit membantu rekan sejawat dalam menjalankan tugas ke-fasilitator-annya, khusus bagi yang pertama kali melakukannya.
Dalam menjalankan tugas pendampingan kepada masyarakat beragam kemampuan harus selalu dikembangkan dan dilatih sesuai potensi yang dimiliki. Karena, pendampingan PNPM Mandiri Perdesaan sangat komplit, fleksibel dan dinamis yang beragam, sangat bergantung pada karakteristik wilayah sasaran/dampingan.
Sebagai pendamping masyarakat, banyak kemampuan yang seharusnya kita miliki. Dalam kesempatan ini, saya mencoba menyampaikan “10 Kemampuan”—terdiri atas lima kemampuan inti dan lima kemampuan pribadi—yang menurut saya penting dan sangat dibutuhkan untuk selalu diasah secara bertahap dan menerus.
Lima kemampuan inti, adalah, pertama, koordinasi. Seorang fasilitator hendaknya memiliki kapasitas untuk membina hubungan yang harmonis dengan para pelaku/stakeholder lokal (aparat pemerintah, lembaga-lembaga lokal, tokoh-tokoh masyarakat, pemeduli, swasta/ dunia usaha, dan lain-lain), serta masyarakat dampingan. Yaitu, bagaimana memperlakukan dan berinteraksi dengan mereka serta menempatkan mereka berdasar prinsip kesetaraan. Kemampuan ini diharapkan dapat mendorong partisipasi dan pengawasan dari semua pihak, sehingga pelaku di semua tingkatan memiliki pemahaman atau persepsi yang sama terhadap program PK, sehingga akan muncul dukungan dan semangat dalam merencanakan, menyusun, menjalankan, mengawasi kegiatan secara bersama-sama. “Program PK membutuhkan berbagai dukungan apapun”. Tanpa itu, PNPM Mandiri mustahil dapat sukses dijalankan.
Kedua, mediasi. Maksudnya adalah kemampuan membantu menjembatani, menjadi perantara dan perpanjangan-tangan proyek/program PNPM Mandiri kepada masyarakat, agar dapat mengakses potensi-potensi dan sumber daya yang mendukung pengembangan dirinya. Misalnya, sektor swasta, perguruan tinggi, LSM, dan peluang pasar. Fasilitator diharapkan juga mampu memediasi berbagai kepentingan dan berperan sebagai orang yang dapat menengahi apabila terjadi perbedaan kepentingan di antara kelompok atau individu di masyarakat. Perlu diingat, fasilitator di sini bukan sebagai pengambil keputusan, melainkan hanya sebagai pengingat masyarakat agar konsisten terhadap berbagai kesepakatan yang telah dibuat sebelumnya. Dalam arti lain, menyesuaikan berbagai kepentingan untuk mencapai tujuan bersama.
Ketiga, advokasi. Sering ditemui bahwa masyarakat jarang mengetahui/mengenal potensi dan kapasitasnya sendiri. Dalam hal ini fasilitator hendaknya mampu merangsang dan mendorong masyarakat untuk menemu-kenali potensi dan kapasitasnya sendiri. Oleh sebab itu, fasilitator sangat diperlukan untuk membantu masyarakat dengan memberikan berbagai alternatif strategi program PNPM Mandiri dan menyesuaikan berbagai kepentingan di masyarakat demi tercapainya tujuan bersama. Fasilitator juga harus selalu berpandangan positif dalam banyak hal, sehingga tidak mudah terjebak pada “pengambilan posisi” dalam setiap masalah secara sebagian dan hanya didasarkan pada kepentingan sesaat/jangka pendek saja. Hendaknya segala sesuatu dipandang secara utuh didasarkan pada tujuan yang jauh ke depan
Keempat, fasilitasi. Yang dimaksudkan adalah kemampuan yang mengandung pengertian membantu dan menguatkan masyarakat agar dapat dan mampu mengembangkan diri memenuhi kebutuhannya, sesuai dengan potensi yang dimiliki. Artinya, fasilitator harus mampu menyediakan dan siap dengan beragam informasi program (latar belakang, maksud dan tujuan, keluaran, prinsip dan nilai-nilai, visi/misi, sasaran, pendanaan, para pelaku/struktur organisasi, tahapan/siklus, pengendalian) termasuk pendukungnya, yang dalam hal ini adalah PNPM Mandiri. Karena program ini berbasis pemberdayaan masyarakat, maka fasilitator juga harus mampu menyampaikan materi yang dibutuhkan sesuai situasi, kondisi, toleransi, pandangan dan jangkauan, dengan bahasa yang mudah dicerna oleh masyarakat serta mudah diterapkan tahap demi tahap dalam mempelajarinya—di mana proses belajar masyarakat adalah mengenal, mengerti, memahami dan mampu meng-aplikasikan—serta memahami kemampuan/potensi diri dan atau pengetahuan/keterampilan baru dalam upaya penanggulangan kemiskinan.
Kelima, pelatihan/coaching. Yaitu, kemampuan mengelola dan melaksanakan coaching (sebagai pembekalan/penguatan) kepada para pelaku yang dimungkinkan terlibat dalam mendukung pelaksanaan program. Pelatihan merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari seluruh rangkaian kegiatanPNPM Mandiri. Pada setiap tahapan pelaksanaan akan terjadi proses transfer pengetahuan dan kemampuan antarpelaku program dan masyarakat, sehingga terjadi proses pembelajaran. Pendekatan coaching menggunakan pola pembelajaran andragogi (POD) dengan metode partisipatif dalam rangka meningkatkan pengetahuan, pemahaman, kemampuan dan kualitas para pelaku program serta masyarakat dampingan.
Berikutnya, yang tidak kalah penting dibandingkan kemampuan di atas adalah lima kemampuan pribadi. Pertama, kemampuan tampil di depan umum (sebagai narasumber). Kedua, kemampuan memimpin pertemuan (dalam rapat/musyawarah). Ketiga, kemampuan memecahkan masalah (terkait pengelolaan pengaduan masyarakat). Keempat, kemampuan berdisiplin diri. Kelima, kemampuan administrasi/pengarsipan kegiatan (SIM/Pelaporan).
Kemampuan tersebut bisa rekan dapatkan melalui diskusi, simulasi dan belajar bersama, baik dalam tim fasilitator sendiri maupun dengan rekan tim fasilitator lainnya. Akan lebih mantap jika melakukan kunjungan-kunjungan antartim faskel guna melihat proses pelaksanaan sesungguhnya bagi rekan/tim faskel yang sedang berproses. Gunakan “ATM”—Analisis, Tiru dan Modifikasi—sesuai kebutuhan. Jangan lupa, diskusi dan simulasikan dulu di tingkat tim fasilitator, sebelum dilaksanakan ke masyarakat.
Sepuluh kemampuan tersebut di atas, menurut Saya, merupakan kemampuan yang sangat penting dan perlu rekan-rekan kuasai dalam menjalankan tugas ke-fasilitator-an. Untuk peningkatan pengetahuan dan kemampuannya, rekan-rekan dapat juga membuat Rencana Belajar Mandiri terhadap materi-materi dan kemampuan apa saja yang belum dipahami guna mendapatkan penguatan oleh rekan-rekan sejawat lain yang menguasai.
“Tugas Anda bukanlah untuk berhasil. Tugas Anda adalah mencoba. Karena, di dalam mencoba itulah Anda menemukan dan belajar membangun kesempatan untuk berhasil!” (Mario Teguh)
“Kenyataan mengatakan bahwa tugas Anda yang terbesar, target-target Anda yang terbesar, bukanlah untuk mengungguli orang lain, namun untuk menggunakan kemampuan Anda dalam meningkatkan prestasi Anda sendiri” (Zig Ziglar)
“Orang yang berkarakter menemukan daya tarik khusus dalam kesulitan, karena hanya lewat kesulitan ia dapat menyadari potensi-potensinya” (Charles de Gaulle)
Jangan malu bertanya. Malu bukan tabu, apalagi malu-maluin. Lebih baik salah dalam belajar di hadapan rekan-rekan sendiri, daripada salah menyampaikan di hadapan masyarakat wilayah dampingan.
Harapan Saya, semoga rekan-rekan sukses, bisa seperti personil KOPASUS—Korps Pasukan Khusus (TNI AD)—yang memiliki tekad: “Di mana saja, kapan saja, situasi apapun, siap bertugas dan berhasil”. Jangan KOFASUS–Korps Fasilitator Berkasus—dengan tekad: “Biarin aja, cuek aja, capek dech, emangnya gue pikirin”.
Catatan Penulis: Artikel ini ditulis dengan referensi: 1. Modul Pelatihan P2KP & PNPM Mandiri, 2. Pengalaman di lapang
POJOK PERENCANAAN 2014
BERIKUT KAMI BERIKAN LINK DOWNLOAD MATERI2 YG AKAN DISAMPAIKAN PD MAD 2 / SOSIALISASI PNPM MPD 2014, DGN BEBERAPA PENEGASAN SBB :
1. Tidak mengenal mekanisme optimalisasi, artinya perencanaan dimulai dari review penyusunan RPJMG dgn agenda PKD/MMDD atau Penggalian gagasan dgn menggunakan tool sesuai permendagri 66 (Sketsa Desa, Kalender Musim dan Diagram Venn) yg diawali terlebih dahulu dgn Pembentukan Tim 11 ( Klik Disini TIM 11)
2.Sangat PENTING diingatkan Jadwal tahapan sesuai PTO (dan kita sebenarnya sdh terlambat ttp masih bisa DIKEJAR)
3.Susun TOR dalam pelaksanaan MAD Sos dan untuk contoh dapat di download disini TOR MAD SOS 2014
4. Untuk USULAN KEGIATAN sesuai tuntutan Program dan mekanismenya USULAN lebih bersiafat pengembangan KAWASAN, PEP dan Lebih Variatif (Pendidikan dan Kesehatan)
Untuk Panduan FASILITASI USULAN DAPAT DI DOWNLOAD :
1.PANDUAN FASILITASI KEGIATAN ANTAR DESA
2.PENGEMBANGAN PAKET INFRASTRUKTUR
3.PANDUAN FASILITASI PEMILIHAN KEGIATAN ANTAR DESA
4.Matrik Contoh Kegiatan Kawasan / Antar Desa
5.BAHAN TAYANG PENGEMBANGAN EKONOMI PERDESAAN
6.BAHAN BACAAN PEP
MATERI TAMBAHAN MAD SOS 2014
a.PEMAHAMAN DASAR PNPM MPd INTEGRASI
b.PTO P2MKM BAB III
1. Tidak mengenal mekanisme optimalisasi, artinya perencanaan dimulai dari review penyusunan RPJMG dgn agenda PKD/MMDD atau Penggalian gagasan dgn menggunakan tool sesuai permendagri 66 (Sketsa Desa, Kalender Musim dan Diagram Venn) yg diawali terlebih dahulu dgn Pembentukan Tim 11 ( Klik Disini TIM 11)
2.Sangat PENTING diingatkan Jadwal tahapan sesuai PTO (dan kita sebenarnya sdh terlambat ttp masih bisa DIKEJAR)
3.Susun TOR dalam pelaksanaan MAD Sos dan untuk contoh dapat di download disini TOR MAD SOS 2014
4. Untuk USULAN KEGIATAN sesuai tuntutan Program dan mekanismenya USULAN lebih bersiafat pengembangan KAWASAN, PEP dan Lebih Variatif (Pendidikan dan Kesehatan)
Untuk Panduan FASILITASI USULAN DAPAT DI DOWNLOAD :
1.PANDUAN FASILITASI KEGIATAN ANTAR DESA
2.PENGEMBANGAN PAKET INFRASTRUKTUR
3.PANDUAN FASILITASI PEMILIHAN KEGIATAN ANTAR DESA
4.Matrik Contoh Kegiatan Kawasan / Antar Desa
5.BAHAN TAYANG PENGEMBANGAN EKONOMI PERDESAAN
6.BAHAN BACAAN PEP
MATERI TAMBAHAN MAD SOS 2014
a.PEMAHAMAN DASAR PNPM MPd INTEGRASI
b.PTO P2MKM BAB III
INFO TERKINI
Percepatan Penyerapan Dana BLM PNPM Mpd Tahun 2013
===============================
Sesuai surat Dirjen PMD tanggal 20 Agustus 2013 yang menindaklanjuti Surat Mendagri no 414.2/4046/SJ tgl 1 Agustus 2013 perihal percepatan pelaksanaan PNPM Mandiri Perdesaan TA 2013 dengan hormat disamapikan sbb :
KLIK DISINI utk DOWNLOADS
Maka kepada seluruh FK FT agar menindaklanjuti surat tersebut dengan :
1. Melapor progress terkini per tanggal 3 September 2013
2. Melaporkan perkembangan setiap minggu berikutnya
3. Selamat bekerja dengan tulus....
TERIMA KASIH
RENCANA MAD SOS 2014
===============================
Sekedar mengingatkan kembali hasil Rakor kita tanggal 29 Agustus 2013 :
1. Segera melakukan MAD Sos paling lambat dalam minggu ke III bulan September 2013
2. Mengambil kangkah2 konkrit dengan keseriusan penuh untuk kegiatan penyusunan RPJMG 2014-2018 (bahan lengkap untuk penyusunan RPJMG dapat di downloads disini
3. Untuk rencana pelaksanaan MAD SOs beberapa hal dapat dipedomani sbb :
a. untuk Perencanaan PNPM MPD tahun 2014, wajib dipersiapkan usulan N+1 (ada usulan utk 2014 dan usulan 2015).
Hasil keputusan Rapinnas Bandung juli 2013, OPTIMALISA TIDAK DIBENARKAN LAGI DALAM PERENCANAAN PNPM MPD 2014 dan Tim FK FT bertanggungjawab penuh untuk itu sesuai aturan dan mekanisme yang berlaku di Program, jadi tidak ada alasan untuk mengejar Progres sehingga mengabaikan mekanisme program.
Untuk agenda juga perlu di konsultasikan dengan Faskab plus materi2 yang akan disamapaikan.
Bagi yang belum jelas dapat dikonsultasikan baik di rakor awal bulan, IST secara bersama dan OJT.
Untuk pedoman dalam pelaksanaan tahapan dan Musyawarah perencanaan PNPM MPd 2014 dapat dibaca draft PTO III tahun 2014,
KLIK DISINI DRAFT PTO 2014 tetapi ini masih berupa draft.
Demikian yang dapat kami sampaikan untuk dapat dipedomani, dipahami dan ditindaklanjuti dengan penuh rasa tanggung jawab sehingga tidak salah dalam memahami ketentuan dan kebijakan PNPM MPD tahun 2014.
===============================
Sesuai surat Dirjen PMD tanggal 20 Agustus 2013 yang menindaklanjuti Surat Mendagri no 414.2/4046/SJ tgl 1 Agustus 2013 perihal percepatan pelaksanaan PNPM Mandiri Perdesaan TA 2013 dengan hormat disamapikan sbb :
KLIK DISINI utk DOWNLOADS
Maka kepada seluruh FK FT agar menindaklanjuti surat tersebut dengan :
1. Melapor progress terkini per tanggal 3 September 2013
2. Melaporkan perkembangan setiap minggu berikutnya
3. Selamat bekerja dengan tulus....
TERIMA KASIH
RENCANA MAD SOS 2014
===============================
Sekedar mengingatkan kembali hasil Rakor kita tanggal 29 Agustus 2013 :
1. Segera melakukan MAD Sos paling lambat dalam minggu ke III bulan September 2013
2. Mengambil kangkah2 konkrit dengan keseriusan penuh untuk kegiatan penyusunan RPJMG 2014-2018 (bahan lengkap untuk penyusunan RPJMG dapat di downloads disini
3. Untuk rencana pelaksanaan MAD SOs beberapa hal dapat dipedomani sbb :
a. untuk Perencanaan PNPM MPD tahun 2014, wajib dipersiapkan usulan N+1 (ada usulan utk 2014 dan usulan 2015).
Hasil keputusan Rapinnas Bandung juli 2013, OPTIMALISA TIDAK DIBENARKAN LAGI DALAM PERENCANAAN PNPM MPD 2014 dan Tim FK FT bertanggungjawab penuh untuk itu sesuai aturan dan mekanisme yang berlaku di Program, jadi tidak ada alasan untuk mengejar Progres sehingga mengabaikan mekanisme program.
Untuk agenda juga perlu di konsultasikan dengan Faskab plus materi2 yang akan disamapaikan.
Bagi yang belum jelas dapat dikonsultasikan baik di rakor awal bulan, IST secara bersama dan OJT.
Untuk pedoman dalam pelaksanaan tahapan dan Musyawarah perencanaan PNPM MPd 2014 dapat dibaca draft PTO III tahun 2014,
KLIK DISINI DRAFT PTO 2014 tetapi ini masih berupa draft.
Demikian yang dapat kami sampaikan untuk dapat dipedomani, dipahami dan ditindaklanjuti dengan penuh rasa tanggung jawab sehingga tidak salah dalam memahami ketentuan dan kebijakan PNPM MPD tahun 2014.
29 Mei 2010
Sepuluh Langkah Menjadi Fasilitator "Idaman"
Diposting oleh
Irhamuddin
di
22:50
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
0 komentar:
Posting Komentar